BENGKALIS – Sekretaris Koperasi Bukit Batu Darul Makmur (BBDM), Rajunel Jasra, berharap bantuan sosial yang telah disalurkan kepada sembilan desa dan kelurahan di wilayah operasional koperasi dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Rajunel, bantuan sebesar Rp10 juta per desa dan kelurahan yang disalurkan tahun ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa syukur koperasi kepada masyarakat yang selama ini turut mendukung perkembangan usaha Koperasi BBDM.
“Kami berharap bantuan yang telah diterima oleh pemerintah desa dan kelurahan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan masyarakat dan kegiatan yang bermanfaat bagi warga. Nilainya mungkin tidak terlalu besar, namun kami berharap dapat memberikan manfaat dan mempererat hubungan baik antara koperasi dengan masyarakat,” ujar Rajunel.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan Koperasi BBDM tersebut bukan merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagaimana yang dijalankan perusahaan-perusahaan besar.
“Perlu kami sampaikan bahwa bantuan ini bukan CSR. Koperasi pada dasarnya tidak memiliki kewajiban menjalankan program CSR seperti perusahaan. Bantuan yang kami berikan ini merupakan bantuan lepas sebagai bentuk kepedulian sosial koperasi kepada desa-desa di wilayah operasional,” jelasnya.
Karena merupakan bantuan lepas, lanjut Rajunel, pemerintah desa maupun kelurahan penerima tidak dibebani kewajiban untuk membuat laporan pertanggungjawaban kepada koperasi.
“Kami tidak meminta laporan pertanggungjawaban penggunaan bantuan tersebut. Kami percaya kepada pemerintah desa dan kelurahan untuk memanfaatkan dana itu sesuai kebutuhan dan kepentingan masyarakat masing-masing,” katanya.
Rajunel menjelaskan, bantuan yang disalurkan pada tahun 2026 ini bersumber dari hasil usaha dan produksi Koperasi BBDM sepanjang tahun 2025. Oleh karena itu, besaran bantuan yang diberikan setiap tahun akan sangat bergantung pada kondisi usaha dan kemampuan keuangan koperasi.
“Bantuan yang baru kami salurkan ini merupakan hasil dari produksi dan usaha koperasi selama tahun 2025. Karena itu, besarannya tentu menyesuaikan kemampuan koperasi. Tahun depan bisa saja bertambah jika hasil produksi meningkat, namun bisa juga berkurang apabila hasil usaha mengalami penurunan,” terangnya.
Menurutnya, keberlangsungan program bantuan sosial tersebut sangat bergantung pada perkembangan usaha koperasi yang saat ini bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.
Untuk itu, Rajunel mengajak seluruh masyarakat desa di wilayah operasional agar terus memberikan dukungan dan doa demi kelancaran usaha koperasi.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar usaha Koperasi BBDM berjalan lancar, produksi terus meningkat, dan koperasi semakin berkembang. Jika koperasi semakin maju, tentu manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat juga akan semakin besar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengurus Koperasi BBDM berkomitmen untuk terus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat dan pemerintah desa sebagai mitra yang selama ini turut mendukung keberadaan koperasi.
“Kami ingin Koperasi BBDM tumbuh bersama masyarakat. Keberhasilan koperasi bukan hanya untuk anggota, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semoga kebersamaan dan sinergi yang telah terjalin selama ini terus terjaga dengan baik,” pungkas Rajunel.(WIN)
Tulis Komentar